fbpx

Olahan Daging Kambing, Penuh Love & Hate

Olahan Daging Kambing, Penuh Love & Hate

olahan daging kambing

Daging Kambing adalah sumber protein hewani yang berasal dari hewan kambing. Dibandingkan jenis daging merah lainnya, menu olahan daging kambing mengandung lemak dan kolesterol yang lebih rendah. Daging kambing juga mengandung zat besi dan potassium sebagai penstabil jantung dalam jumlah besar. Kadar natrium dalam daging kambing juga tergolong rendah sehingga bermanfaat bagi penderita gangguan tekanan darah.

Daging kambing merupakan bentuk protein hewani yang sering digunakan untuk memasak di berbagai belahan dunia khususnya timur tengah. Tidak hanya di timur tengah, di negara benua amerika dan eropa pun sudah lazim menggunakan daging kambing, termasuk di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa menu olahan daging kambing yang sering ditemui di Indonesia

1. Nasi Goreng Kambing

nasi goreng kambing

Nasi goreng rempah dan daging kambing bagaikan pasangan yang serasi.  Sebagai makanan pendamping, emping melengkapi hidangan ini dan menambah tekstur serta cita rasa nasi goreng. Jika ingin tambah sedap dan segar bisa menambahkan acar di atas nasi goreng.

Bumbu-bumbu yang digunakan terdiri dari rempah-rempah seperti kapulaga, kunyit, sereh, lada, dan beberapa jenis bumbu lain. Rempah yang kuat menghadirkan rasa gurih saat menyantap nasi goreng kambing. Potongan daging kambing berbentuk dadu melengkapi santapan nasi goreng.

 

 

Salah satu penjual nasi goreng kambing adalah Nasi Goreng Kambing kebon Sirih. Kuliner Kambing Legendaris di Jakarta Sejak 1958. Kedai nasi goreng legendaris ini berada di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih lahir dari seorang H. Nein yang merintis usaha nasi goreng pada tahun 1958. Ia berhasil meramu berbagai rempah untuk menciptakan resep nasi goreng kambing yang maknyus. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih ini menjadi salah satu pelopor kedai nasi goreng kambing di Jakarta. Nama Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih semakin terkenal dengan banyaknya pejabat dan tokoh politik Indonesia yang mampir ke kedai ini. Usaha ini lestari, sampai sekarang dikelola oleh generasi ketiga. Uniknya, sejak 1958 nasi goreng kambing tetap menjadi primadona dari kedai ini. Sampai sekarang resep nasi goreng kambing tetap dipertahankan dan enggan untuk diganti.

2. Nasi Kebuli Kambing, Kental Nuansa Arabic

nasi kebuli

Nasi kebuli adalah hidangan nasi berbumbu yang bercitarasa gurih dan aromatic, nasi ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis.

 

Hidangan ini populer di kalangan warga Betawi di Jakarta dan warga keturunan Arab di Indonesia. Nasi kebuli menunjukan pengaruh budaya Arab Timur Tengah, tepatnya tradisi Arab Yaman. Nasi ini mirip dengan nasi Briyani.

 

Dalam kebudayaan Betawi, nasi kebuli biasanya disajikan dalam perayaan keagamaan Islam, seperti lebaran, kurban, atau maulid. Nasi kebuli juga populer di kawasan kota yang banyak terdapat warga keturunan Arab, seperti Surabaya dan Gresik.

 

Nasi kebuli dibuat dengan cara menanak nasi bersama kaldu kambing dan susu kambing (kadang diganti santan). Daging kambing ditumis dan dicampurkan ke dalam nasi dengan membubuhkan minyak samin untuk memberikan aroma yang khas. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dan ditumis bersama nasi ini adalah bawang putih, bawang merah, lada hitam, cengkih, ketumbar, jintan, kapulaga, kayu manis, pala, dan minyak samin. Kemudian daging kambing dimasak bersama dengan nasi setengah matang ini hingga akhirnya benar-benar matang. Daging kambing ini bisa diiris kecil-kecil dan dicampurkan ke dalam nasi, atau digoreng dan disajikan terpisah. Nasi kebuli biasanya disajikan dengan asinan nanas, kadang juga ditambahi sambal goreng ati.

3. Olahan Daging Kambing Juara, Gulai Kambing

Gulai kambing

Gulai adalah salah satu jenis hidangan yang sudah tersebar luas di Nusantara, terutama di Sumatra dan Jawa serta Semenanjung Malaya. Hidangan ini berasal dari Sumatra sebagai hasil pengaruh dan penerapan seni memasak India yang kaya akan rempah dan bumbu seperti kari.

 

Gulai juga merupakan salah satu bumbu hidangan dasar yang paling dikenal dalam Masakan Minangkabau, kuah gulai yang berwarna kuning ini menjadi bumbu dan memberikan cita rasa bagi berbagai macam hidangan yang disajikan di rumah makan Padang.

 

Kuah atau bumbu gulai biasanya kental dalam hidangan Minangkabau (Nasi padang), Melayu, dan Aceh, akan tetapi di Jawa kuah gulai lebih cair menjadi semacam sup yang dihidangkan panas-panas yang berisi daging atau jeroan kambing. Gulai biasanya disajikan bersama nasi panas, akan tetapi beberapa resep seperti gulai kambing dapat dihidangkan bersama roti canai.

4. Tongseng Kambing

tongseng kambing

Menurut Wikipedia , tongseng kambing adalah makanan berbahan dasar daging kambing dimasak sejenis gulai dengan bumbu yang lebih “tajam”. Perbedaan yang lebih jelas adalah pada penggunaan dagingnya. Tongseng dibuat dengan menggunakan daging yang masih melekat pada tulang, terutama tulang iga dan tulang belakang. Sebagai tambahan, ke dalam kuahnya yang kental dimasukkan sayuran seperti kol, bawang putih, tomat, dan kecap. Bumbunya merupakan oseng-oseng yang terdiri dari campuran garam, bawang putih, kecap, dan lada. Biasanya tongseng dijual bersamaan dengan sate kambing. Tongseng dianggap sebagai makanan khas daerah Solo, Magelang dan sekitarnya.

5. Kambing Guling, Olahan Daging Kambing Utuh Spesial

olahan daging kambing - kambing guling

Terakhir yang akan kita ulas adalah Kambing Guling. Menu yang satu ini pasti sangat familiar terutama untuk acara-acara seperti resepsi pernikahan. Siap-siap mengantri panjang ya untuk mendapatkan makanan satu ini

Kambing guling merupakan makanan yang identik dengan kelezatannya, namun sering juga kita merasa kecewa saat menyantap kambing guling dikarenakan berbau dan dagingnya keras. Hmm.. sungguh mengecewakan. mengutip dari Berikut ini adalah tips untuk mengenali ciri-ciri kambing guling yang enak sebelum kamu menyantapnya :

  1. Kenali baunya

Ciri pertama Kambing Guling enak atau tidak adalah dari baunya. Jika tercium bau prengus atau bau bandot sudah dapat dipastikan bahwa Kambing Guling tersebut rasanya tidak enak. Dikarenakan ada yang salah dalam proses pembakarannya. Kambing Guling yang lezat akan tercium bau khas bumbu dan rempah yang dipadu dengan daging yang telah benar-benar matang.

  1. Perhatikan warnanya

Kambing Guling yang telah dibakar dengan sempurna kematangannya adalah kulit luarnya berwarna coklat tua, merata dan tidak gosong. Jika hasil pembakarannya tidak merata apalagi terlihat gosong berarti terjadi kesalahan dalam pengapian pada saat pembakaran atau ketelitian dalam mengatur putaran atau mengguling saat membakar Kambing Guling. Hasilnya adalah Kambing Guling tersebut tidak matang secara keseluruhan dan cenderung dagingnya keras.

  1. Banyak Bumbu atau Rempahnya

Kunci kelezatan Kambing Guling adalah pengolahan bumbu serta rempah -rempahnya. Dengan melihat bumbu yang masih menempel pada Kambing Guling yang sudah matang kita dapat segera mengetahui apakah Kambing Guling tersebut lezat atau tidak.

  1. Disajikan dalam kondisi panas

Daging Kambing Guling yang telah dingin cenderung kering dan menciut serta kehilangan aroma rempahnya. Untuk menambah kelezatannya, disarankan saat menyantapnya selalu dalam kondisi panas. Untuk memanaskan Kambing Guling dapat menggunakan pemanas daging, di oven atau dapat juga dipanasi dengan teflon dengan menggunakan margarin / mentega.

Nah, dari 5 menu olahan daging kambing yang sudah kita bahas, mana nih menu yang mau kamu santap duluan? Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *